Think before you speak. Read before you think

Breaking News

Dian Sastro: Ciuman Hanya Untuk Membentuk Karakter


Kompas/Yuniadhi Agung (MYE)

Rabu, 6 Februari 2008 | 12:25 WIB

JAKARTA, RABU - Aktris jelita Dian Sastrowardoyo mengatakan film-film Indonesia yang menjadi kontroversi kerena dinilai menampilkan adegan seks tak bisa disamakan dengan film porno. Adegan seks seperti ciuman hanya merupakan salah satu adegan dalam membentuk karakter tertentu dalam sebuah film.

"Jangan samain film-film Indonesia dengan apa yang biasa dijual di Glodok atau tempat jual film bajakan lainnya. Kita juga sakit hati kalau dibilang seperti itu," kata Dian saat sidang pengujian terhadap UU Perfilman di Mahkamah Konstitusi (MK), pada Rabu (6/2) siang.

Dian dihadirkan sebagai saksi pemohon dari Annisa Nurul Shanty yang sebagian adegan dalam filmnya 'Berbagi Suami' dipotong oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Bersamasutradara Mira Lesmana, Dian dimintai keterangannya dalam persidangan tersebut.

Menurut artis yang mulai terjun di dunia perfilman sejak 1999 ini, semua karakter dalam sebuah film sama pentingnya. Adegan-adegan yang ditampilkan itu sangat penting dalam menyusun keutuhan karakter yang mau dibangun.

Demikian juga, adegan ciuman yang ditampilkan dalam sebuah film telah dirancang secara matang sesuai karakter yang mau dibangun oleh sutradara film tersebut. Adanya adegan yang dianggap kontroversi seperti adegan seks bukan menunjukan unsur pornografinya tetapi lebih pada pesan lebih besar yang ingin disampaikan melalui film tersebut.

Masalah moral
Dalam kesaksiaanya sekitar 15 menit tersebut, Dian juga sempat menyinggung masalah moral yang menjadi salah satu hal pertimbangan yang memunculkan kontroversi dalam beberapa film di Indonesia. "Masalah moral tidak sekadar masalah seks. Korupsi dan penyimpangan lainnya juga berkaitan dengan moral," kata Dian.

Film Berbagi Suami, contoh Dian, ingin menyampaikan suatu pesan moral juga. Film tersebut menunjukkan adanya kekerasan dalam rumah tangga dan itu ditampilkan dalam semua adegan yang ditampilkannya. Pemotongan salah satu adegan dalam film tersebut dinilai bisa menghambat pemahaman secara utuh penonton terhadap pesan yang mau disampaikan lewat film tersebut. (SMS)


5 komentar

Balisugar mengatakan...

Helo teman apa kabar neh ? aku pengen nonton film nya dimana ? aduh aku kuno banget suka gak tau film Indonesia, TV nya jelek di rumah

Abiaz mengatakan...

Iya! maksudnya ya karakter kayak Dian

Herry mengatakan...

# balisugar: via youtube aja yaa...

#abiaz: yaa,,,giitcu dech...!

yoyo kesambet mengatakan...

kalo udah disensor gak seru lagi...hahaha

timturbo mengatakan...

Ntar kesambet loh... mau yang seru.. ntar melanggar UU ITU