Think before you speak. Read before you think

Breaking News

Presiden Akan Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Ketua MPR Taufik Kiemas menyampaikan keterangan pers soal pertemuannya dengan Presiden SBY, di Kantor Presiden, Kamis (21/4) siang. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kesediaannya untuk menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni mendatang. Demikian dijelaskan Ketua MPR Taufik Kiemas dalam keterangan persnya usai menemui Presiden SBY di Kantor Presiden, Kamis (21/4) siang.

"Presiden akan hadir ke MPR atau salah satu tempat yang akan ditentukan nanti. Namun, yang menyelenggarakan adalah MPR," ujar Taufik di awal keterangan persnya.

Selain mengundang Presiden, para pimpinan MPR juga menyampaikan keinginan mereka agar dibentuknya satu badan khusus yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk proses internalisasi nilai-nilai Pancasila agar lebih terstruktur di seluruh masyarakat Indonesia.

"Dengan 692 anggota yang ada, kami merasa tidak sanggup kalau tidak ada bantuan dari pihak eksekutif," kata Taufik. "Kami ingin ini ada agar Pancasila bisa sampai ke seluruh masyarakat sehingga tidak timbul masalah terorisme, radikalisme, dan kekerasan horizontal," tambahnya.

Menurut Ketua MPR, baik Presiden maupun MPR memiliki pandangan yang sama bahwa hal tersebut sudah tidak bisa dianggap sepele. Hanya dengan ideologi dan kebhinekaanlah hal-hal tersebut bisa dilawan. "Semua komponen harus bersatu, jangan menganggap remeh seolah hal yang biasa," Taufik menegaskan.

Sementara itu, terkait peringatan 1 Juni, Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saefuddin dalam keterangan persnya mengatakan bahwa hal ini akan ditradisikan. Oleh karena itu, selain Presiden SBY, MPR juga mengundang mantan Presiden Indonesia lainnya untuk bersama-sama memberikan pidato kebangsaan.

"Bagaimana menyegarkan ingatan anak bangsa tentang nilai Pancasila yang tampaknya disadari atau tidak mulai kabur," ujar Lukman. "Internalisasi nilai Pancasila harus lebih serius. Pidato kebangsaan ini dalam rangka memanfaatkan peringatan 1 Juni untuk memberi perhatian yang cukup," Lukman menambahkan.

Untuk badan khusus yang diminta MPR, Lukman juga menjelaskan bahwa badan tersebut diperlukan agar internalisasi nilai-nilai Pancasila lebih terstruktur."Ini memerlukan kelembagaan yang lebih baik karena MPR menyadari keterbatasannya. Kita harapkan dengan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga internalisasi bisa mengalami percepatan dan implementatif," Lukman menjelaskan.

Terkait pembentukan lembaga atau badan khusus ini, Presiden SBY menyambut baik dan mendukung penuh. "Presiden menyatakan terkait persoalan ideologi kita harus kompak dalam memelihara ideologi bangsa di tengah globalisasi dan terorisme, radikalisme dan konflik horizontal diantara kita," Lukman menandaskan. (yun)


Sumber: presidenri.go.id

Tidak ada komentar