Think before you speak. Read before you think

Breaking News

Dana Harus Jelas

Komite Sekolah Bisa Bantu Cegah Korupsi

Jakarta, Tindak korupsi bukanlah persoalan individu, melainkan struktural atau sistem sehingga pencegahan dan penanganannya pun harus dilakukan dengan pendekatan struktural. Salah satu caranya melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah yang partisipatif.

Jika ingin mencegah korupsi di sekolah, seluruh perencanaan anggaran harus transparan dan partisipatif. Demikian dikemukakanpeneliti senior Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Hendri, Jumat (11/9), seusai menyerahkan laporan hasil pemantauan korupsi sektor pendidikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Koalisi Pendidikan dan Aliansi Orangtua Murid Peduli Pendidikan.

Koordinator Koalisi Pendidikan Lody Paat menambahkan, dalam perencanaan anggaran yang partisipatif itu, orangtua dan peserta didik harus dilibatkan sejak awal sampai pengawasan. ”Harus tahu berapa uang yang ada, berapa akan dibelanjakan, dan untuk apa saja. Tanpa ada transparansi publik, korupsi tak akan pernah hilang,” kata Lody Paat.

Komite sekolah

Proses pengawasan dan upaya pencegahan tindak korupsi di sekolah seharusnya dapat dibantu komite sekolah. Namun, Jumono, aktivis Aliansi Orangtua Peduli Pendidikan menegaskan, komite sekolah belum ideal menjalankan perannya karena sekolah masih dominan. ”Anggota kami baru beberapa orang,” katanya.

Seperti berita Kompas (Jumat, 11/9), ICW menunjukkan bahwa selama kurun waktu 2004-2009 terungkap 142 kasus korupsi. Hal itu diperkirakan merugikan negara hingga Rp 243,3 miliar. ”Kami harap KPK segera mengusut. Kasus korupsi sektor pendidikan jalan di tempat,” kata Febri.

Inspektur Jenderal Departemen Pendidikan Nasional W Sofyan mengatakan, transparansi harusnya bisa dilakukan karena dana dari APBD dan APBN. Sejak otonomi daerah, pendidikan dasar hingga menengah menjadi kewenangan daerah sehingga keterbukaan seharusnya bisa dilakukan. ”Jangan khawatir berlebihan. Pemerintah berusaha memperbaiki dan meningkatkan penggunaan anggaran pendidikan,” ujar Sofyan. (LUK/ELN)



Sumber : .kompas.com

Tidak ada komentar